1436 Hijriah.

selamat tahun baru Islam!
saya tipe orang yang selalu mencari momen untuk memulai, termasuk menulis. Demi apapun juga, ini diluar kebiasaan banget untuk berhenti menulis. Beberapa hari ini terpikir untuk menulis lagi tapi selalu di ntar-ntar-in dan saya rasa tahun baru ini tepat banget. Tahun baru menjadi pengingat khan tahun lalu udah ngapain aja?.
Let’s do flashback..
Mmmmm..
Saya coba mengingat tahun baru 1435H itu kapan, and I can’t even remember when hehe…Biasanya tahun Hijriah cuma inget kalau lebaran buat nulis ucapan lebaran *parah ya =P . Jadi ya udahlah ya, dari lebaran aja kilas baliknya. *deket dong cuma beberapa bulan yang lalu.

Lebaran 1435H – adalah lebaran ter-maksa with a miracle. Taun ini giliran beridul-fitri di Jakarta, jadi Alhamdulillah kesampaian juga solat Ied bawa zey. Dengan Zeyad usia toddler di lebaran ini, mudik ke Tasik terlihat sangat tempting. I can imagine, Zeyad seru2 dengan balong (kolam ikan) papa mertua dan happy tak terkira ngeliat ayam bebek keliaran hanya perlu buka pintu. Tapi keluarga suami berangkat ke Tasik, janari (sebelum Subuh) lebaran ke-2, artinya kita harus ke Bandung hari pertama Lebaran. That’s why saya bilang maksa, dan bener aja setelah silaturahmi sama keluarga di Jakarta kita berangkat jam 6 sore dan sampai Bandung 12 malam dengan kondisi 4 jam gak bergerak sama sekali. Sampai di Bandung, harus re-packing karena tim yang menuju Tasik (6 orang dewasa + 2 bayi + 1 supir) hanya pakai 1 mobil Innova jadi bawaan kita ber-3 harus jadi 1 tas (asalnya 3 tas!). PEGEL ma men!. Untung saya duduk di tengah, kalau di belakang saya mendingan minum Antimo sampe overdosis deh. Perjalanannya pun walaupun berangkat jam 3 pagi, tetep kena arus mudik normalnya bdg-tasik 2 jam menjadi 10 jam (ya menurut ngana…). Jam makan zeyad udah amburadul dan mood saya udah berantakan berceceran di tol cipularang. Miracle-nya adalah Zeyad sehat (Allahuakbar!) dan makannya luar biasa pintar. Satu hal yg saya takutin kalau travelling adalah susah nyuapin zeyad (dan malu2in di depan keluarga Bandung ;P). Perjalanan pulang juga ga kalah mbikin pegel pantat, tapi seenggaknya lebih lega karena the Ipars capcus menuju Jogja jadi berkurang 2+1 bayi. As predicted, Zeyad di Tasik super hepi dengan memancing dan lari2an di jalanan tanah. Ngeliat ada batu2an kecil aja dia hepi kayak nemu mutiara, “aadaa batu iciiiiiilllll (kecil)…..” =))) Yang penting Zeyad happy. Mission accomplished. Perjalanan arus balik Tasik-Bdg molor menjadi 3 kali lipat total waktu tempuh tahun lalu, tapi perjalanan pulang selalu terasa lebih enteng bukan…? mungkin karena hawa2-kamar sudah tercium…

Kerjaan – duh menceritakan yang ini masih agak mixed feeling hehe. Ya intinya, bulan Maret lalu saya diberi pesangon oleh the Big Blue company dan sekarang kerja yang masih ngurusin si Big Blue juga, episode gagal-move-on banget ga sih?😐 Mangkanya itu saya berpikir, rasanya Big Blue itu harus tutup buku di memori saya supaya lebih sehat (pikiran). Saya tipe orang yang pakai feeling banget soalnya dan semakin lama saya kerja di tempat yg sekarang ini, semakin nyeri hateeee ceunah mah ceuk urang sunda bilang…

Additional – Alhamdulillah karena keuangan agak longgar (cicilan kredit mobil lunas + suddenly pesangon) jadi saya sempat ikut beberapa kegiatan yang insyaAllah berguna buat saya dan semoga buat orang lain juga. Menjahit, which I will post about this later
Self healing training, yang membuat saya semakin tenang karena punya “tools” buat menangkis hal negatif ke diri saya.

Si anak zeyad -ah anak ini, pemenuh memori saya dan yang masih menatap saya dengan cinta setulus-tulusnya. Selama saya vakum kerja, saya menikmati sekali hari yang dihabiskan bersama dia. Walaupun gak 10000% nempel sama saya aktivitasnya karena masih ada mbak yang bantuin saya jaga zeyad, tapi saya ada disitu menyaksikan semuanya. Rasa bersalah saya jadi hilang, the guilty feeling sebagai ibu yang menitipkan permatanya ke mbak untuk mengais rezeki. Kalau buat saya, menjadi Ibu Rumah Tangga yang berguna buat orang lain itu cita-cita saya. Like seriously, passion saya gak lain adalah mempercantik rumah dan mengisi rumah (not only physically) agar keluarga betah. More on this on the separat post saja ya.

Anyway,

Alhamdulillah masih diberikan waktu oleh Allah untuk beribadah dan berbuat sesuatu.

I haven’t see the BIG picture yet for all the events that come to my life lately, tapi saya terus meyakini.
I will be happily ever after in the end.
Inshaa Allah.

just watched : The Fault in Our Stars (2014)

surprisingly its an enjoyable movie. Despite of the love stories between Augustus Waters and Hazel Grace, I saw it in a parents side as well. As hazel said in the movie, the worst thing of having a cancer is your child dying of cancer.
It made me think, you surely knows that we human live in a limited time. Me and my son too.
Why wouldn’t I spend it with him?
I hope you understand.

Booster ASIp

ASIP itu ASIPerjuangan.

hampir 18 bulan mengumpulkan ASIP, makin lama makin seret. 2 bulan dirumah boro2 ngumpulin asip, dinenenin aja suka habisbisbis….

kemarin liat di Path, temen yang hobinya fotoin hasil pompaan, tetiba mulai mengonsumsi booster asi (welcome to asip-seret-club). Booster yg dia rasa cukup ampuh itu susu ibu menyusui. got it? susu ibu menyusui itu ya maksudnya susu untuk ibu menyusui. Pas saya whatsapg ke temen seperjuangan ibu-menyusui-bekerja-yang-sebenernya-sama-sama-maunya-di-rumah-aja itu,Β 

R ; ” HAH minum susu ibu menyusui? “

R ; “maksudnya gue minum susu lo gitu? “

:))))))))))))))))))